Berkhidmat Untuk Rakyat

Berkhidmat             Untuk            Rakyat

Rabu, 17 April 2013

PKS Haters keok,... Kibarkan Bendera Putih

Ali Irfan 


Entah kapan mulai dan siapa yang memulanya Cyber War antara PKS dengan Haters PKS sudah berlangsung sengit. Klimaksnya, dalam beberapa hari ini, kompasiana ramai membahas untuk stop bicara PKS, jangan lagi menulis tentang PKS, dan tidak akan lagi membahas, mengomentari, semua-mua hal yang berkaitan dengan PKS.

Salah satunya terlihat dari tulisan Ninoy N Karundeng. Dia menuliskan artikel ucapan “selamat tinggal” dengan hal-hal yang beraroma PKS dengan judul “4 Alasan Emoh Nulis tentang PKS….” Ninoy ini dikenal sebagai kompasianer anti dengan PKS.

Dengan penuh emosional ia menuliskan, “Aku bosan dan tak akan lagi menulis tentang PKS yang bernama Partai Keadilan Sejahtera. Buat apa membuang waktu menulis tentang PKS yang ujung-ujungnya malah membesarkan PKS…. Jadi mulai detik ini aku tidak akan menulis tentang PKS. Semua judul akan aku kasih tanda atau isyarat kata ‘bukan tentang PKS, emoh komentar soal PKS, tak mau tahu tentang PKS’ untuk semua soal tentang PKS.”

Barangkali itulah detik terakhir ia menulis tema-tema PKS. Beberapa tulisan bernada sama juga saya temukan di kompasiana. Dari realita di atas bisa saya simpulkan bahwa PKS adalah pemenang cyber war yang saat ini telah berlangsung gencar. Bahkan bisa dikatakan menang mutlak. Para haters akhirnya mengibarkan bendera putih. Mereka menyerah!

Saya katakan PKS sebagai pemenang, karena PKS lah pihak yang paling diuntungkan ketika para haters menghentikan aksinya membuat tulisan-tulisan yang isinya sebagian besar penuh kebencian dan menilai buruk terhadap PKS. Sungguh, ini isyarat bagus, jika para haters berhenti menulis keburukan-keburukan PKS.

Saya tak tahu, apakah mereka punya strategi lain ketika cyber war mereka hentikan? Saya juga tidak tahu, apakah Ninoy, cs sepemikiran dengan para haters lain? tapi yang jelas, PKS masih tetap harus mewaspadai kemungkinan cara lain yang akan dilakukan para haters.

Dengan kabar ini, tidak dapat dipungkiri kebenaran Cyber Army PKS memang ada. Mereka disiapkan untuk meng-counter berita-berita bernada miring seputar PKS. Menarik apa yang disampaikan kompasianer Amrullah Aviv. Ia menyebutkan maraknya kader yang menulis hadir sebagai penyeimbang opini publik yang beredar sangat bebas di dunia maya. PKS di-bully di segala media, sebelum kasus LHI pun sudah begitu, apalagi setelah kasusnya. Bahkan para kader PKS yang diduga melakukan kesalahan, maka mereka divonis bersalah sebelum disidang. Sehingga tidak ada alasan untuk diam dan tidak menulis dan beropini di dunia maya. Yang jadi pertanyaan apa salah PKS sampai berita atau opini yang menyudutkan PKS begitu gencarnya?

Lepas dari itu, PKS juga sudah sepatutnya berterima kasih kepada semua pihak yang disebut sebagai haters PKS. Sedikit banyak masukan-masukan yang ada, tentu menjadi bahan perbaikan PKS ke depan. PKS tidak menafikan diri terhadap dua hal. PKS bisa benar, tapi bisa juga salah. Yang jelas, PKS akan terus dinamis, dan tak akan tinggal diam, untuk menyebarkan kebaikan-kebaikan untuk kebaikan bersama. Bukankah lebih enak menyebarkan kebaikan daripada keburukan?

Salah satu strategi yang mungkin dipakai para haters bisa jadi adalah menulis yang mengarah pada PKS tanpa menyebut nama PKS. Inilah strategi menulis yang biasa dipakai dalam pelatihan-pelatihan kepenulisan. Bagaimana seorang penulis mendeskripsikan “PKS” tanpa menyebutkan kata PKS.

Ini isyarat bagus karena kemenangan dunia maya bisa jadi terkonversi di dunia nyata pada pemilu nanti. Tak ada yang perlu dicemaskan seandainya PKS memenangkan pertarungan pemilu 2014 nanti. Kalau pun kemenangan ini memang benar-benar nyata, Insya Allah, PKS siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. ***


*http://politik.kompasiana.com/2013/04/17/pks-haters-kibarkan-bendera-putih-552168.html


0 comments:

Posting Komentar

***

***

Entri Populer

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by DPC PKS Jetis