Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memberikan nama-nama calon duta besar (Dubes) untuk ditempatkan ke negara-negara sahabat. Namun, SBY dinilai memilih seluruh nama calon Dubes itu hanya karena faktor balas budi.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, SBY hendaknya mempertimbangkan figur yang tepat untuk ditunjuk sebagai Dubes. SBY, kata dia, tidak boleh menunjuk calon Dubes hanya karena faktor balas budi.
"Presiden hendaknya benar-benar mempertimbangkan figur yang tepat untuk mengisi posisi Dubes. Tidak boleh semata-mata hanya karena pertemanan, balas budi, kemudian kaya kalau dulu ada istilahnya MPT masa purna tugas, sebelum ngapa-ngapain, sebelum pensiun, dikasihlah tugas ini, itu," jelas Mardani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Menurut dia, Dubes harus dipilih berdasarkan kemampuan yang tepat. Sebab, Dubes merupakan ujung tombak Indonesia di negara-negara internasional.
"Dubes itu ujung tombak diplomasi keamanan, perpanjangan tangan, sisi ekonomi, harga diri bangsa, kalau tidak menempatkan orang yang tepat itu mempermalukan diri sendiri di dunia internasional," tegas dia.
Ketua DPP bidang Humas PKS ini menjelaskan, jika nama-nama yang diajukan SBY itu tidak dapat dianulir oleh DPR. Sebab, DPR hanya memiliki kewenangan untuk mempertimbangkan rekomendasi presiden.
"Kita kan memberi pertimbangkan, kita optimalkan dalam rangka pertanggungjawaban publik," pungkasnya.
Seperti diketahui, 22 nama calon Dubes telah diserahkan kepada Komisi I DPR untuk menjalankan uji kepatutan dan kelayakan. Di antara nama-nama tersebut, terdapat tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan SBY, yakni; politikus Demokrat, Fauzi Bowo yang akan menjadi Dubes di Jerman; Sekretaris Menpora, Yuli Mumpuni jadi Dubes Spanyol; adik Yusril Ihza Mahendra, Yusron Ihza Mahendra menjadi Dubes di Jepang; mantan Kabareskrim, Komjen Pol Ito Sumardi yang ditugaskan ke Myanmar; dan Letjen TNI Jhony Lumintang ke Philipina.[gj]
9/05/2013

Posted in:



0 comments:
Posting Komentar